Tanpa Nama
Kertas dan Pena
Raga
hingga pradana
Entah
kapan dan dimana
Tapi
harus terlaksana
Keinginan
tersekian
Dan
penolakan oleh tuan
Memang
melukai impian
Namun
tak merusak harapan
Dalam
jiwa terbentang asa
Meski
kecewa selalu ada
Tetap
berharap percaya
Pada
doa dan usaha
Telah
lelah dan merana
Satu
Insan tanpa nama
Menepi,
harus dimana
Berjalan,
entah kemana
Teguh
pada tujuan
Meski
sebernarnya takut sendirian
Bandung,
2 juli 2023
PENYAKIT INFEKSI SALURAN PENCERNAAN : OTHER GASTROENTERITIS AND COLITIS OF INFECTIOUS AND UNSPECIFIED ORIGIN (A09)
Dalam ICD-10 terdapat 2 sub
kategori kode yang dapat dipilih untuk Other Gastroenteritis And Colitis Of Infectious And Unspecified Origin

- A09.0 Dipilih jika tekonfirmasi adanya peradangan pada saluran cerna (gastroenteritis and colitis) yang disebabkan oleh infeksi namun nama agent penyebabnya tidak terklasifikasi dalam ICD dan/atau tidak diketahui.
- A09.9 Dipilih jika tekonfirmasi adanya peradangan pada saluran cerna (gastroenteritis and colitis) namun tidak diketahui penyebabnya.
PENYAKIT INFEKSI SALURAN PENCERNAAN : VIRAL AND OTHER SPECIFIED INTESTINAL INFECTIONS (A08)
Virus adalah suatu organisme subseluler yang ukurannya lebih kecil dari bakteri patogen yang hanya mampu bereplikasi dalam sel karena virus tidak mempunyai perlengkapan untuk bereproduksi sendiri. Dalam bahasa latin virus mempunyai arti racun, Virus yang menyerang saluran pencernaan, makanan, dan tangan yang telah terkontaminasi virus. Saat sel inang telah terinfeksi virus maka sel inang akan menghasilkan ribuan salinan yang identik dengan virus asli.
Dalam ICD-10 terdapat 6 sub
kategori kode yang dapat dipilih untuk Viral and other specified
intestinal infections :
- A08.0 Dipillih jika pasien
didiagnosa rotaviral enteritis, adalah suatu peradangan usus (peradangan = "-itis" dan usus kecil = "entero"-,) disebabkan oleh virus
bernama rotavirus ditularkan melalui rute fekal-oral dan kontak
dengan benda yang terkontaminasi
- A08.1 Dipillih jika pasien didiagnosa acute gastroenteropathy yang disebabkan oleh norwarlk agent, gastroenteropathy berarti penyakit lambung dan usus sedangkan norwarlk agent adalah kelompok virus dengan RNA beruntai positif beruntai tunggal yang beragam secara genetik. sekingkali pasien tidak dirawat inap. Namun, jika terjadi dehidrasi, rawat inap mungkin diperlukan untuk pemberian cairan IV.
- A08.2 Dipillih jika pasien didiagnosa Adenoviral enteritis, adalah peradangan usus yang diakibatkan Adenovirus mempunyai ukuran 90-100 nm dan mudang menginfeksi orang dengan dengan kekebalan tubuh yang lemah
- A08.3 Dipilih jika terkonfirmasi enteritis disebabkan oleh virus, namun nama virus tidak terdapat pada ICD
- A08.4 Dipilih
jika Viral intestinal infection dicatat
tanpa ada keterangan lain
- A08.5 Dipilih jika pasien didiagnosa infeksi
saluran cerna lain, namun istilah tidak terdapat pada ICD.
Walaupun semua agen infeksi kepada manuasia
adalah suatu parasit, berdasarkan konvensi, penyakit parasit didefinisikan
sebagai penyakit yang penyebabnya adalah protozoa atau cacing. Protozoa dia,bil
dari bahasa yunani. Protos berarti pertama dan zoon berarti hewan, sehingga
protozoa mempunyai arti hewan pertama. Sebagian protozoa patogen adalah parasit
manusia yang menyebabkan penyakit misalnya Malaria, amoebiasis, Chagas disease,
leishmaniasis, African trypanosomiasis, keratitis Acanthamoeba,
giardiasis, toxoplasmosis, cryptosporidiosis, trichomoniasis, dan primary
amoebic meningoencephalitis (naegleriasis).
Dalam ICD-10 terdapat 5 kode yang dapat dipilih untuk other protozoal intestinal disease
A07.0
Dipilih jika pasien didiagnosa balantidiasis, adalah penyakit yang disebabkan
oleh balantidium coli yang biasanya menginfeksi babi dan jarang terjadi pada
manusia
A07.1
Dipilih jika pasien didiagnosa giardiasis, adalah penyakit
infeksi usus yang disebabkan oleh protozoa patogen. Giardia intestinalis..
A07.2 Dipilih
jika pasien didiagnosa Cryptosporidiosis, adalah penyakit yang mengakibatkan diare
pada manusia dan hewan, berukuran micro, hidup dalam usus keluar melalui feses
dan mengkontaminasi air hingga makanan. Protozoa ini disebut Cryptosporidium sp
A07.3
Dipilih jika pasien didiagnosa Isosporiasis, dikenal juga sebagai
cystoisosporiasis yang disebabkan oleh sospora belli ( Cystoisospora
belli ) dan mudah mengifeksi manusia dengan sistem imun yang rendah,
seperti penderita AIDS.
A03.8 Dipilih jika pasien terkonfirmasi menderita suatu
penyakit protozoa usus lain namun istilah tidak ditemukan dalam ICD.
A03.9 Dipilih jika pasien terkonfirmasi menderita suatu
penyakit protozoa usus dan dicatat tanpa ada keterangan lain
Dalam ICD-10 terdapat 10 sub kategori kode yang dapat dipilih untuk Amoebiasis:
- A06.0 Dipilih jika amoebic dysentry bersifat acute yang berarti infeksi bersifat mendadak atau baru saja terjadi. Usus mengalami peradangan hingga penderita mengalami diare yang mengandung darah dan lendir.
- A06.1 Dipilih jika amoebiasis menginfeksi saluran cerna dan infeksi tersebut sudah kronis atau telah terjadi dengan durasi yang lama. Gejala yang dirasakan seoerti gastrointestinal, kelelahan, penurunan berat badan, serta demam. Kode dapat ditemukan menggunakan leadterm amebiasis, diarrhea, dysentery, enteritis, dan ulcer.
- A06.2 Dipilih jika Amoebic terjadi pada usus namun tidak menyebabkan disentri. Kode dapat ditemukan menggunakan leadterm amebiasis, colitis, diarrhea, dysentery, dan enteritis.
- A06.3 Dipilih jika Amoeboma menginfeksi saluran cerna tanpa ada keterangan yang lebih spesifik. Kode dapat ditemukan menggunakan leadterm ameboma.
- A06.4 Dipilih jika abscess hati terkonfirmasi disebabkan oleh amebiasis. Parasit yang menginfeksi usus menyebabkan kerusakan pada lapisan epitel masuk ke aliran darah kemudian menuju ke hati melalui sistem portal. Parasit yang telah memasuki aliran darah dapat pula berakhir pada organ lain. Kode dapat ditemukan menggunakan leadterm abscess, amebiasis, dan hepatitis.
- A06.5† Dipilih jika abscess paru-paru terkonfirmasi akibat amebiasis, adalah kumpulan nanah di paru-paru akibat nekrosis parenkim paru ditandai dengan demam, batuk, nyeri di dada, sputum berlumuran darah, dan temuan fisik pneumonitis. Kode dapat ditemukan menggunakan leadterm abscess. Perlu diperhatikan kode A06.5 disertai dagger sehingga penggunaan kode harus disertai kode asterisknya.
- A06.6† Dipilih jika abscess otak terkonfirmasi akibat amebiasis ditandai dengan kelumpuhan saraf wajah, saraf motorik, dan kejang. Kode dapat ditemukan menggunakan leadterm abscess. Perlu diperhatikan kode A06.6 disertai dagger sehingga penggunaan kode harus disertai kode asterisknya.
- A06.7 Dipilih jika abscess kulit terkonfirmasi akibat amebiasis. Penyebarannya bisa melalui garukan dari tangan yang terkontaminasi. Umumnya terjadi pada selangkangan dan area prineum, namun dapat ditemui juga pada wajah, perut, bokong dan disekirat kolostomi. Kode dapat ditemukan menggunakan leadterm amebiasis, dermatitis, dan ulcer.
- A06.8 Dipilih jika infeksi amoebic terjadi pada bagian tubuh lain, namun istilah tidak terdapat pada ICD.
- A06.9 Dipilih jika Amoebiasis dicatat tanpa ada keterangan lain.
PENYAKIT INFEKSI SALURAN PENCERNAAN : OTHER BACTERIAL FOODBORNE INTOXICATIONS, NOT ELSEWHERE CLASSIFIED (A05)
A05 Other bacterial foodborne intoxications, not elsewhere classified
Keracunan
terjadi saat seseorang mengkonsumsi makanan yang mengandung racun, dimana racun
tersebut memang secara alami terdapat dalam makanan tersebut. Sedangkan infeksi
terjadi saat seseorang mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi patogen menular
yang kemudian berkembang biar dalam usus. Bakteri penyebab racun umumnya dihasilkan oleh Staphylococcus
aureus dan Cl ostridium botulinum
Perlu
diperhatikan pada kode A05 ini mempunyai exclud, jika keracunan karena escherichia
coli infection maka kode yang terletak pada A04-A04.4, jika keracunan dan infeksi salmonela kode yang tepat A02.-,
dan jika keracunan akibat efek racun
dari bahan makanan berbahaya maka kode teletak pada T61-T62.
Kode
A05 mempunyai 6 subkategori diantaranya
- A05.0 dipilih jika keracunan terkonfirmasi karena bakteri staphylococcal pada makanan. Bacteri staphylicoccal dapat ditemukan pada leju dan susu, dapat disebut juga Staph Food Poisoning (SFP). Kode Aa05.0 dapat ditemukan menggunakan leadterm intoxication dan poisoning
- A05.1 dipilih jika keracunan terkonfirmasi karena bakteri botulism. Bakteri botulism dapat ditemukan pada makanan kaleng, makanan yang diawetkan atau makan hasil fermentasi yang tidak diolah dengan baik. Kode A05.1 dapat ditemukan menggunakan leadterm bolulism, infection, intoxication dan poisoning
- A05.2 dipilih jika keracunan terkonfirmasi karena bakteri Clostridium perfringens. Bakteri Clostridium perfringens bisa ditemukan pada makanan yang masih mentah, seperti daging dan ayam yang terkontimasi tanah atau tinja. Kode A05.2 dapat ditemukan menggunkan leadterm enteritis, infection, intoxication dan pig-bel
- A05.3 dipilih jika keracunan terkonfirmasi karena bakteri Vibrio parahaemolyticus. Bakteri Vibrio parahaemolyticus dapat ditemukan pada makanan hasil laut seperti ikan dan kerang. Kode A05.3 dapat dicari menggunkan leadterm intoxication.
- A05.4
dipilih jika keracunan terkonfirmasi
karena bakteri Bacillus cereus. Bakteri Bacillus cereus
kentang, nasi, daging, susu, keju, dan sayuran. A05.4 dapat dicari menggunkan leadterm intoxication.
- A05.8 dipilih jika keracunan terkonfirmasi karena suatu bakteri namun tidak terklasifikasi dalam icd
- A05.9 dipilih jika keracunan terjadi tanpa terkonfirmasi jenis dari bakterinya



