Rujukan Berbasis Kompetensi Menggunakan SISTUTE (Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi)
Sistute (sistem informasi rujukan terintegrasi) adalah sebuah sarana informasi rujukan berbasis elektronik yang dirancang untuk memfasilitasi proses rujukan pasien antar fasilitas pelayanan kesehatan secara efektif dan efisien. Sistute ini diatur dalam PMK nomor 16 tahun 2024 tentang sistem rujukan pelayanan kesehatan perorangan, didalamnya juga menjelaskan rujukan berbasis kompetensi yakni rujukan yang tidak lagi berjenjang (seperti dari puskesmas ke RS tipe D, lalu ke C dan seterusnya), melainkan disesuaikan dengan kebutuhan medis pasien serta kompetensi (kemampuan) dari fasilitas pelayanan kesehatan tujuan. Dengan sistem ini, risiko penumpukan pasien di satu rumah sakit dapat dikurangi karena faskes dengan kompetensi yang sama dapat saling merujuk (rujuk horizontal) untuk memeragakan beban pelayanan. Secara umum proses rujukan diantaranya :
1. Faskes pengirim ( misalnya puskesmas atau RS) mengidentifikasi kebutuhan medis pasien dan disesuaikan faskes tujuannya.
2. Petugas melakukan input data pasien secara elektronik melalui aplikasi sisrute. Data yang wajib diinput meliputi identitas pasien, diagnosis, kondisi pasien, serta melampirkan hasil pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang (laboratorium/radiologi) agar tidak terjadi pemeriksaan ulang
3. Sebelum pasien diberangkatkan, faskes perujuk melakukan komunikasi dengan faskes penerima. Hal ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan sumber daya (SDM, tempat tidur, alat kesehatan) dan mendapatkan konfirmasi bahwa faskes tujuan siap menerima pasien, ini bisa dilakukan melalui fitur live chat atau video call dalam aplikasi.
4. Pasien dirujuk menggunakan alat transportasi yang sesuai dengan kebutuhan klinisnya (contoh ambulans) dan wajib didampingi oleh tenaga kesehatan yang berkompeten untuk menjamin keselamatan pasien selama proses rujukan.
5. Setelah tiba, dilakukan serah terima pasien kepada faskes tujuan. Kemudian setelah perawatan selesai dan kondisi pasien stabil, faskes tujuan dapat melakukan rujuk balik ke faskes asal atau faskes yang lebih rendah untuk perawatan lanjutan contohnya kontrol jahitan pasca operasi.
Dengan menggunakan sisture seluruh data tercatat secara nasional dan dapat dipantau oleh dinas kesehatan selain itu penggunaan sisture juga memberikan tingkat keamanan data lebih terjamin dibandingkan media komunikasi lain seperti WhatsApp mengingat hal ini sangat penting untuk perlindungan data pribadi.
