adhesiolisis biasanya muncul bersamaan dengan diagnosis atau tindakan lain oleh karena itu tindakan ini sering dianggap bagian integral atau bagian dari akses dari prosedur utama (operatif) yang dilakukan. pelengketan umumnya terjadi karena efek samping dari operasi masa lalu, peradangan kronis atau infeksi berat, Misalnya jika terjadi pada kasus obgyn pelengketan sering disebabkan oleh penyakit organ reproduksi seperti endometriosis (N80.-) atau riwayat operasi sesar (O34.2). Tindakan adhesiolisis bisa dengan beberapa teknik yakni :
1. Diseksi tumpul : Memisahkan jaringan tanpa memotong, melainkan didorong menggunakan jari tangan, kain kasa, atau alat berujung tumpul
2. Diseksi tajam : Memotong jaringan ikat atau selaput menggunakan alat tajam seperti gunting khusus bedah atau pisau bedah (scalpel) secara presisi.
3. Diseksi energi : Memotong jaringan menggunakan alat modern berbasis panas (seperti alat kauter listrik atau pisau ultrasonik).
Berdasarkan Berita Acara (BA) Kesepakatan Bersama Kemenkes 2019 adhesiolisis wajib OMIT CODE jika dilakukan dengan teknik Blunt Tumpul, Digital (Menggunakan jari tangan), Manual (Manual/tangan), Mechanical (Mekanik biasa) atau Without instrumentation (Tanpa instrumen/alat bedah khusus) aturan ini juga tercantum dalam ICD-9 cm. Oleh karena itu sebagai Coder kita perlu memperhatikan beberapa hal :
1. Laporan operasi mencantumkan lokasi & luas pelengketan, tingkat kepadatan (grade), dan teknik yang digunakan.
2. Diagnosa untuk tindakan adhesiolisis telah tegak misalnya Peritoneal adhesions (K66.0) atau Female pelvic peritoneal adhesions (N73.6)
Dalam ICD - 9 Tindakan adhesiolisis ada beberapa code yang bisa dipilih sesuai kondisi pasien :
1. 54.59 (Other peritoneal adhesiolysis): Digunakan untuk tindakan pembebasan perlengketan perut melalui operasi terbuka (Laparotomi).
2. 54.51 (Laparoscopic peritoneal adhesiolysis): Digunakan jika tindakan pembebasan di rongga perut dilakukan menggunakan kamera kecil (Laparoskopi).
3. 65.89 (Other lysis of adhesions of ovary and fallopian tube): Pembebasan perlengketan pada ovarium dan tuba falopi melalui operasi terbuka.
4. 65.81 (Laparoscopic lysis of adhesions of ovary and fallopian tube): Pembebasan perlengketan ovarium dan tuba falopi secara Laparoskopi.
5. 68.21 (Lysis of intraluminal adhesions of uterus) / Histereskopi: Khusus untuk membebaskan jaringan parut yang saling menempel di dalam rongga rahim (seperti pada kasus Sindrom Asherman) menggunakan teropong lewat vagina (Histereskopi).
6. 04.49 / 05.29 (Peripheral nerve / Sympathetic nerve adhesiolysis): Pembebasan saraf yang terjepit oleh jaringan perlengketan parut.
7. 59.11 (Laparoscopic lysis of perivesical adhesions): Pembebasan perlengketan yang menempel di sekitar kandung kemih (vesika urinaria) secara laparoskopi.
Meskipun sering muncul bersama tindakan lain adhesiolisis juga bisa menjadi tindakan utama contoh penyumbatan usus (ICD-10 K56.5) dan nyeri panggul kronis (ICD-10 R10.2/K66.0). Prosedur ini juga krusial untuk mengatasi infertilitas tuba (ICD-10 N97.1/ICD-9-CM 65.81)
