Terminologi Medis : Root, Prefix, dan Suffix

By Cindy - Mei 03, 2021

Terminologi Medis : Root, Prefix, dan Suffix


Tugas perekam medis dalam permenkes ri no 55 tahun 2013 poin ke 3 dimana melaksanakan sistem klasifikasi klinis dan kodefikasi penyakit yang berkaitan dengan kesehatan dan tindkan medis sesuai dengan terminology medis yang benar Terminology medis adalah Bahasa professional bagi mereka yang secara langsung maupun tidak langsung berkecimpung dibidang seni layanan penyembuhan

Terminology medis penting bagi mahasiswa RMIK karena mereka harus memahami secara tepat ejaan dan arti istilah-istilah medis-operasi sebagai masukan ke sistem informasi asuhan kesehatan yang diaplikasikan.Terminology medis adalah ilmu yang mempelajari tentang peristilahan medis, Terminology medis juga merupakan sarana komunikasi bagi mereka yang secara langsung ataupun tidak langsung bekecimpung dibidang pelayanan kesehatan. Berdasarkan peraturan pemerintah nomor 32 tahun 1996 pemakai atau pengguna terminology medis adalah seluruh tenaga kesehatan, yaitu :

1.       Tenaga medis (dokter, dokter gigi, dokter spesialis)

2.       Tenaga keperawatan, bidan

3.       Tenaga kefarmasian

4.       Tenaga gizi

5.       Tenaga keterapian fisik (fisioterapi, ocupasi terapi, speech terapi, dan lain-lain)

6.       Tenaga kesehatan masyarakat

7.       Tenaga keteknesian medis (perekam medis dan informatika kesehatan, radiographer, analis, dan lain-lain )

Selain dengan tenaga kesehatan, juga digunakan oleh penanggung jawab klaim pembayaran kesehatan dana atau asuransi

Susunan struktur istilah medis rata-rata dirasa sangat komplek dan sulit untuk dipahami, oleh karena itu diperlukan kemampuan analisis istilah medis secara sistematik yaitu dengan menjadikan suatu istilah sebagai bagian unsur kata pembentuknya baik itu Prefix, Root ataupun Suffixnya.

Root (akar kata)

Root adalah sebagai dasar atau inti dari suatu istilah medis, umumnya terlelak ditengah antara prefix dan suffix, namun bisa juga terletak di depan jika suatu istilah tidak mempunyai prefix ataupun terlelak dibelakang jika suatu istilah tidak  mempunyai suffix. Setiap istilah bisa mempunyai lebih dari satu root. Root biasanya menggambarkan bagian tubuh, warna atau suatu kondisi.

Contoh root :

root-

Arti

abdomino-

Perut

aden-

Kelenjar

aer-

Udara

angio-

Pembuluh

appendico-

usus buntu

arth-

Sendi

arteri-

pembuluh darah

blephar-

kelopak mata

cardi-

Jantung

cerebro-

Otak

cephal-

Kepala

cerv-

Leher

cheil-

Bibir

chir-

Tangan

chol-

Empedu

chondr-

tulang rawan

colo-

usus besar

colpo-

Vagina

cost-

Iga

crani-

Tengkorak

cysto-

Kantong

cyt-

Sel

dacry-

air mata

dactyl-

Jari

derm-

Kulit

encephal-

Otak

enter-

Usus

gastr-

Lambung

glosso-

Lidah

glyco-

Manis

hem-

Darah

hemat-

Darah

hepat-

Hati

hyster-

Rahim

ile-

Ileum

ili-

Ilium

lapar-

dinding perut

laryng-

Tenggorokan

leuk-

Putih

lip-

Lemak

lith-

Batu

mastos-

Payudara

mening-

selaput otak

metr-

Rahim

myel-

susum tulang belakang

my-

Otot

nephr-

Ginjal

neuro-

Syaraf

ophthalm-

Mata

ot-

Telinga

orchido-

Testis

osteo-

Tulang

pedo-

kaki, anak

pharyng-

Tenggorokan

phlebo-

pembuluh darah, vena

pneum-

paru-paru

proct-

rectum, anus

psycho-

Jiwa

pyel-

pelvis ginjal

pyloro-

saluran antara lambung dan usus

pyo-

Nanah

radi-

Sinar

rhino-

Hidung

spleno-

Limfa

spondyl-

vertebrata, tulang punggung

trachel-

Leher

tubercul-

tuberkel, bulatan

ureter-

saluran kemih

viscer-

organ dalam

 

Prefix

Prefix adalah suku kata yang diletakan didepan sebelum root atau combining form didalam suatu struktur istlah. Fungsi dari prefix adalah memodifikasi arti root yang meletak dibelakang dengan memberi informasi tambahan (keterangan) tentang lokasi organ, jumlah bagian atau waktu terkait.

Contoh prefix

prefix-

Arti

ab-

menjauh, jauh dari

a. an-

tanpa, tidak

ad-

perlekatan, meningkat, dekat, ke arah

ante-

Sebelum

anti-

Melawan

astro-

Bintang

auto-

Sendiri

bi-

dua, keduanya, kembar

brady-

lambat, pelan

circum-

Melingkar

co, con-

bersama, dengan

contra-

melawan, berlawanan

dys-

jelek, susah, menyakitkan

ec-

Luar

ectopic-

Diluar

em, en-

Didalam

epi-

tentang, pada, sebagai tambahan pada,diatas

endo-

Didalam

ex-

keluar, jauh dari, melewati

hemi-

Setengah

hetero-

Berbeda

hexa-

Enam

homo-

Sama

hyper-

diatas, berlebihan, melewati

hypo-

sebelum, di bawah, kekurangan

inter-

Diantara

intra-

di dalam

intro-

ke dalam

mal-

Jelek

macro-

Besar

mega-, megalo-

Besar

micro-

Kecil

mono-

Satu

multi-

Banyak

noe-

Baru

oligo-

Sedikit

over-

melebihi, diatas

pan-

Semua

para, par-

di samping, sekitar, dekat, abnormal

peri-

di sekitar, tentang

per-

Melalui

primi-

Pertama

pre-

sebelum, di depan

pro-

di depan, sebelum, ke depan

poly-

Banyak

post-

Setelah

pseudo-

semu, palsu, bukan sebenarnya

quadri-

Empat

re-

Kembali

retro-

rostat belakang, di belakang, tertinggal

semi-

Setengah

septi-

Tujuh

sub-

dibawah, lebih bawah

super, supra-

di atas, meleati, lebih tinggi

sym, syn-

dengan, di sepanjang, bersama, di samping

tachy-

Cepat

trans-

melintas, di atas

tri-

Tiga

ultra-

sangat, luar biasa, lebih dari pada

uni-

Satu

 

Suffix

Suffix adalah unsur kata yang terletak dibagian belakang istilah, suffix selalu mengikuti root, memodifikasi arti root seperti kondisi, proses(penyaki) atau  prosedur.

Suffix pada umumnya merupakan kata sifat atau kata benda dan tidak semua istilah mempunyai suffix

Contoh suffix

suffix

Arti

-ad

menuju, ke arah

-algia

Nyeri

-bast

benih, cikal bakal

-cele

hernia, tumor, penonjolan

-centensis

Penusukan

-cid

Membunuh

-cis

Memotong

-clasis

tindakan pemotongan kembali

-coele

rongga tubuh

-desis

pengikatan, peletakan, fiksasi

-ectasis

perluasan, dilatasi, pelebaran

-ectomy

penyayatan serta pembuangan, eksisi

-ema

Pembengkakan

-emia

yang berkaitan dengan darah

-genic

asal, berasal dari

-gogue

mengalir keluar

-gram

hasil rekaman

-graph

pemeriksaan dengan merekam

-iasis

keadaan pembentukan kehadiran

-ior

hubungan, perbandingan

-itis

Peradangan

-latry

Keseluruhan

-lithotomy

sayatan untuk membuang batu

-logy

Ilmu

-lysis

larut, becah

-malacia

Pelunakan

-Megaly

Pembesaran

-meter

alat untuk mengukur

-metry

pemeriksan dengan cara mengukur

-oasis

penyakit,keadaan

-oasis

suatu kondisi

-old

Mirip

-oma

Tumor

-osis

peningkatan keadaan

-pathy

Penyakit

-penia

kekurangan,penurunan

-pexy

Penggantungan

-plasty

perbaikan, bedah

-ptosis

jatuh, turun

-rhexis

pecah, robek

-rrhapy

Penjahitan

-sclerosis

pengerasan, tidak elastic

-scopy

melihat, pengamatan, pemeriksaan

-spasm

kontraksi bawah sadar

-stenosis

Penyempitan

-stomy

pembuatan lubang atau saluran

-therapy

tindakan 

-tion

kata kerja, menjadi kata benda

-tome

alat untuk memotong

-tomy

tindakan pemotongan

-trypsi

Penghancuran

 

combining vowel

Combining vowel digunakan ketika akhiran dimulai dengan konsonan

Penggabungan huruf vokla tidak digunakan ketka akhiran dimulai dengan huruf vocal (a, I, u, e, o)

Misalnya : neur/o (syaraf) +-itis (inflasmasi) = neuritis (new-rye-tis) tidak ada combining form yang digunakan karena it is dimulai dengan huruf vocal neuritis (new-rye-tis) adalah peradangan pada urat syaraf

Combining vowel selalu digunakan ketika dua atau lebih akar kata yang bergabung.

Misalnya: gastr/o + enter/o huruf vocal digunakan pada gastr/o, gastrenterologi sulit

Namun, ketika akhiran itis ditambahakan pada enter/o maka combining “o” tidak dimasukan karena –itis adlah dimulai dengan huruf vocal

Sehingga menjadi gastrornteritis (gas-troh-en-ter-eye-itis) yaitu peradangn pasa perut dan usus halus   

  • Share:

You Might Also Like

0 Comments