INDIKATOR PELAYANAN RUMAH SAKIT

By Cindy - Juli 01, 2022

 

STATISTIK

INDIKATOR PELAYANAN RUMAH SAKIT

Indikator adalah suatu media yang digunakan oleh rumah sakit untuk mengetahui bagaimana tingkat mutu dan efesiansi pada pelayanan rumah sakit serta untuk merencanakan pengembangannya, adapun sumber data dalam indicator ini adlah sesus harian rawat inap.

1.      BOR (bed occupancy ratio)

Bor adalah angka yang menunjukan presentase TT di unit rawat inap dalam periode tertentu misalnya bulalan, trimester, semester ataupun tahunan. Bor juga sering disut sebagai : percent of occupancy, occupancy percent dan occupancy ratio

    

P = Nilai BOR
O = Rata-rata tt terisi
A = jumlah tt tersedia 
·         TT : Jumlah tempat tidur dibangsal perawatan dan siap digunakan, kecuali TT untuk ruang pemuliahan, ruang bersalin, ruang tindakan, gudang, bengkel, gawat darurat, dan tempat tidur pada bencana darurat tidak dihitung sebagai tempat tidur tersedia.
·         Bor tinggi –> penggunaan tt tinggi –>pasien banyak –> petugas sibuk –> beban kerja semakin berat –> kinerja petugas berkurang –> pasien kurang perhaian –> menurunnya kepuasan pasIen dan  infeksi nasokomial
·         BOR rendah –> tt sedikit digunakan  –> rumah sakit mengalami kesulitan ekonomi
NILAI IDEAL  BBJ        : 75%-85%

                       DEPKES : 60%-85%

2.      AVLOS (Average length of stay)

Avlos disebut juga sebagai rerata LD, adalah rata-rata lama dirawat dari suatu kelompok pasien pada periode tertentu, contohnya, Avlos bangsal aster pada bulan mei menunjukan rata-rata lama dirawat setiap pasien dirawat dibangsal aster dalam bulan mei

L = Nilai Avlos
O = Rata-rata tt terisi
D = jumlah pasien keluar hidup dan mati
t : Periode
Jika terdapat pasien yang dirawat dengan LD yang cenderung lebih lama dibandingkan LD yang lain maka bias menyebabkan Rata-rata LD yang lebih lama, kondisi ini disebut distorsi rata-rata. Untuk mengatasi kondisi tersebut ada 2 cara yaitu :
a)      Memberi catatan dalam laporan supaya pembaca mengetahui banwa ada LD panjang yang harus diperhatikan terkhusus ketika membaca AVLOS
b)      Tidak menggunakan mean dalam pelaporan dalam pengukuran tapi menggunakan median
 
·         LD PANJANG –> menunjukan kinerja lualitass medis yang kurang baik kerena pasien dirawat lebih lama –> semakin tinggi biaya yang harus dibayar oleh pasien ke rumah sakit
NILAI IDEAL  BBJ        : 3-12 hari  

                       DEPKES : 6-9 hari

3.      TOI (Turn over interval)

Adalah rata-rata jumlah hari sebuah TT tidak ditempati untuk perawatan pasien, hari “kosong” ini terjadi antara saat TT ditinggalkan oleh pasien sampai digunakan lagi pleh pasien yang selanjutnya

T : nilai TOI
A = Jumlah TT tersedia
O = Rata-rata tt terisi
D = jumlah pasien keluar hidup dan mati
t : Periode
·         Angka toi besar –> semakin lama TT tidak digunakan pasien –> TT semakin tidak produktif –> tidak menguntungkan RS dari segi ekonomi
·         Angka TOI kecil –> semakin singkat TT menunggu pasien berikutnya –> TT sangat produktif –> menguntungkan RS dari segi ekonomi –> bias merugikan pasien karena TT tidak sempat disiapkan secara baik –> infeksi nasokomial –> bebankerja meningkat –> kepuasan dan keselamatan pasien terancam

NILAI IDEAL  BBJ        : 1-3 hari

4.      BTO (Bed turn over)

Frekuensi pasien yang menggunakan setiapp TT dalam periode tertentu, angka BTO sangat membantu untuk menillai penggunaan TT karena dalam 2 periode bias saja BOR sama tapi BTO berbeda


D = jumlah pasien keluar (hidup dan mati) dalam periode tertentu

A = jumlah TT tersedia dalam suatu periode

·         BTO TINGGI –> TT tidak sempat mengganggur –> aktif menghasilkan pemasukan –> beban kerja tim perawatan sangat tinggi –> TT tidak sempat dibersihkan –> menibulkan ketidak puasan pasien dan mengancamkeselamatan pasien –> menurunnya kualitas medis –> meningkatkan kejadian nasokomial

NILAI IDEAL  BBJ        : 30 kali
                       DEPKES : 40-50 kali

 

  • Share:

You Might Also Like

0 Comments