TUBERCULOSIS : RESPIRATORY TUBERCULOSIS, NOT CONFIRMED BACTERIOLOGICALLY OR HISTOLOGICALLY (A16)

By Cindy - Agustus 14, 2023

Diagnosis tuberculosis paru dapat ditegakkan memalui gejala batuk kronis disertai hematisis, berat badan turun, berkeringat dingin, sesak napas dan demam. Sealin itu beberapa test tambahan juga dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosis. Seperti Pemeriksaan darah rutin, Sputum BTA, Tes peroksidase anti peroksidase, Tes mantoux tuberkulit, Polumerase chain reaction, BACTEC (bectom dickonson diagnostik instument sistem), Mycodot dan  Radiologi

Pasien yang tidak memenuhi kriteria secara bakteriologis tetapi didiagnosis tuberkulosis aktif oleh dokter, dan mendapat pengobatan tuberkulosis dapat menggunakan kode A16. Contoh kriteria pasiennya adalah

1.      Pasien tuberkulosis dengan BTA negatif dan hasil foto toraks menunjukan tuberkulosis

2.      Pasien tuberkulosis paru BTA negatif dengan tidak ada perbaikan klinis setelah mendapat antibioti non OAT, dan mempunyai faktor risiko tuberkulosis

 



kode A16 digunakan untuk pasien dengan diagnosa tuberkulosis pernapasan namun tidak terkonfirmasi secara bakteriologi ataupun histologinya, Dalam icd kode ini terdiri dari 9 subkategori yang dapat dipilih sesuai kondisi klinis pasien :

 

  •      A16.0 Dipilih untuk pasien dengan diagnosa tuberkulosis paru dengan hasil bakteriologi dan histologi negatif. Kode dapat dicari menggunakan leadterm tuberculosis
  •    A16.1 Dipilih untuk pasien dengan diagnosa tuberkulosis paru namum pemeriksaan bakteriologi dan  histologi belum selesai. Kode dapat dicari menggunakan leadterm tuberculosis
  • A16.2 Dipilih unt uk pasien dengan diagnosa tuberkulosis paru tanpa ada keterangan terkonfirmasi secara bakteriologi dan histologi. Kode dapat dicari menggunakan leadterm abscess, aneurysm, assmann’n focus, asthma, atelectasis, bronchiectasis, cavition of lung, desease, fistula, focus, infection, mycobacterium, pneumonia, pneumorrhagia, pneumothirax, rasmussen’s aneurysm, tuberculosis dan ulcer,
  •  A16.3 Dipilih untuk pasien dengan diagnosa tuberkulosis kelenjar getah bening intratoraks,tanpa ada keterangan terkonfirmasi secara bakteriologi dan histologi. Kode dapat dicari menggunakan leadterm adenopathy, tuberculosis
  •  A16.4 Dipilih untuk pasien dengan diagnosa tuberkulosis laring, trakea dan bronkus, tanpa ada keterangan terkonfirmasi secara bakteriologi dan histologi. Kode dapat dicari menggunakan leadterm bronchitis, broncholithiasis, fisula, laryngitis, laryngotracheitis, stenosis, stricture, tracheitis,  tuberculosis
  •  A16.5 Dipilih untuk pasien dengan diagnosa tuberkulosis Pleurisy, tanpa ada keterangan terkonfirmasi secara bakteriologi dan histologi. Kode dapat dicari menggunakan leadterm adhesions, effusion, empyema, fistula, hemothorax, hydropneumothorax, pleurisy, pyopneumothorax, pythorax,  tuberculosis
  •  A16.7 Dipilih untuk pasien dengan diagnosa tuberkulosis pernafasan primer, tanpa ada keterangan terkonfirmasi secara bakteriologi dan histologi. Kode dapat dicari menggunakan leadterm adenopathy, complex, effusion, epituberculosis, ghon tubercle, infection, pleurisy, tubercle, tuberculosis
  •  A16.8 Dipilih untuk pasien dengan diagnosa tuberkulosis pernafasan lainnya, tanpa ada keterangan terkonfirmasi secara bakteriologi dan histologi. Kode dapat dicari menggunakan leadterm mediastinitis, pansinusitis, pharyngitis, rhinitis, sinusitis, tonsilitis, tuberculosis.
  • A16.9 Dipilih untuk pasien dengan Tuberkulosis pernafasan tidak terkonfirmasi secara bakteriologis dan histologi. Dan  tidak dijelaskan atau tidak diketahui organ pernafasannya.

  • Share:

You Might Also Like

0 Comments