CONVENTIONS (INTRUKSI) DALAM KODING ICD-10

By Cindy - April 02, 2023

 CONVENTIONS (INTRUKSI) DALAM KODING ICD-10

 


A. Instructional notes

Instructional notes dapat ditemukan dalam tabular list (volume 1) dan alpabetikal index (section 1 volume 3). Terdiri dari :

1. Includes Note

Mendefinisikan bahwa suatu istilah diagnostik yang dicari termasuk dalam isi kategori atau blok kategori

Contoh Includes 1 : 



Includes dalam kode A02 ini berarti bahwa, infeksi atau keracunan makanan karena spesies Salmonella selain S. typhi dan S. paratyphi termasuk dalam kategori A02. 

Jika Includes muncul setelah awal bab atau judul blok maka Includes mencakup semua bab atau blok kategori

Contoh Includes 2 :



Kata Includes disini mempunyai arti bahwa, infeksi akibat Mycobacterium tuberculosis dan Mycobacterium bovis termasuk dalam kode kategori A15-A19

2. Excludes Note

Ketika menemukan Excludes dapat didefinisikan bahwa suatu istilah diagnostik tidak termasuk dalam kategori atau sub kategori sehingga tidak bisa dikodekan dalam kategori tersebut.

Contoh Excludes :



Excludes dalam kode A04 ini berarti bahwa, foodborne intoxications tidak dikode pada kategori A04. elsewhere classified tuberculous enteritis ( A18.3 ) istilah diagnostik tersebut dikode pada A18.3

3. See Instructional Note

See mengintruksikan koder untuk merujuk istilah atau diagnosa yang mengikuti Instruction See

Contoh :



See disini berarti koder harus merujuk ke istilah contraction dalam indeks alfabel untuk menemukan kode yang benar.

4. See Also Instructional Note

See Also mengintruksikan koder untuk merujuk ke lokasi lain dalam indeks alfabet ketika daftar awal tidak berisi semua informasi yang diperlukan untuk memilih kode secara akurat.

Contoh : 



Diagnosa altitude hypoxia

Disini koder akan mencari hypoxia pada indeks alfabet sebagai leadterm

Namun dapat dilihat pada modifier tidak ditemukan istilah altitude, maka koder harus melihat juga anoxia



Setelah leadterm diganti menggunakna anoxia istilah altitude ditemukan dengan kode T70.2. Maka kode tersebutlah yang tepat untuk diagnosa altitude hypoxia.

B. Punctuation Marks

1. Parentheses : ( )

Parentheses dapat ditemukan dalam 4 kondisi dalam ICD :

* Parentheses digunakan dalam tabular list dan indeks alfabet untuk memberikan informasi tambahan mengenai istilah diagnosis, walau demikian istilah yang ditemukan tidak mempengaruhi penetepan kode. 

Contoh :



Parentheses disini dapat bermakna, kode L65.9 dapat menjadi kode untuk alopecia saja atupun dengan tambahan satu/kombinasi istilah yang berada dalam kurung.


* Parentheses sebagai tempat untuk kode dari exclusion term

Contoh :



Kode untuk diagnosa virat warts adalah B07, sedangkan untuk anogenital (veneral) warts merupakan pengecualian sehingga dikode ke A63.0 seperti yang tercantum dalam parentheses

* Parentheses dalam judul blok kategori

Contoh :



Maka dapat bermakna bahwa kode untuk diagnosa infeksi dan parasitik tertentu terdapat pada rentang kode A00 sampai B99.

* Parentheses sebagai tempat untuk kode ganda dagger asterisk

Contoh :



kode asterisknya (J99.8*) dalam parentheses untuk mengingatkan bahwa terminologi tersebut memiliki kode ganda

2. Brackets: [ ]

Brackets dapat berisi sininim, susunan kata alternatif, singkatan, atau frase penjelas. Hal ini tidak mempengaruhi penetapan kode.

Contoh : 



Classical dengue yang diapit oleh Brackets untuk memberikan kata alternatif untuk dengue fever. Oleh kode A90. Digunkan untuk mengkode diagnosis Classical dengue dan dengue fever

3. Colon: :

Titik dua digunakan dalam daftar Tabular setelah istilah yang dimodifikasi oleh satu atau lebih istilah setelah tanda titik dua. Istilah di sebelah kiri titik dua harus dimodifikasi dengan istilah di sebelah kanan untuk dimasukkan ke dalam kode yang dipertimbangkan



Colon disini berarti penggunaan frasa thymic harus diikuti dengan “alymphoplasia” atau “aplasia or hypoplasia with immunodeficiency”. Jika diagnosis tidak tercantum dalam daftar, diagnosis tidak dikodekan ke kode di D82.1.

C. Abbreviations

1. NEC: Not Elsewhere Classifiable

NEC berarti tidak dapat diklasifikasikan di tempat lain, berfungsi sebaai pengingat bahwa kode spesifik tertentu dari kondisi yang dicari berada dibagian lain dari klasifikasi. Sehingga koder dapat mencari dengan terminologi yang mempunyai arti serupa untuk menentikan kode yang spesifik.

* Dalam Indeks Abjad, NEC mewakili “lainnya ditentukan” ketika kode tertentu tidak tersedia untuk kondisi Indeks mengarahkan pembuat kode ke kode “lain ditentukan” dalam Tabular

* Dalam Daftar Tabular, NEC masih berarti “tidak dapat diklasifikasikan di tempat lain” dan dapat dibaca sebagai “lainnya ditentukan.” Ketika kode tertentu tidak tersedia dalam Daftar Tabular untuk kondisi yang sedang dikodekan, entri NEC di bawah kode mengidentifikasinya sebagai kode "lain yang ditentukan:".

Contoh :



Kategori A63 mencakup A63.0 anogenital (venereal) warts dan A63.8 Other specified predominantly sexually transmitted diseases. Masih tersedia bab lain untuk kode yang lebih spesifik menyangkut predominantly sexually transmitted diseases.  Sehingga dalam menentukan kode yang paling spesifik, sebaiknya diteliti kembali pengklasifikasian yang paling sesuai.

2. NOS: Not Otherwise Specified

NOS adalah singkatan dari tidak ditentukan lain. Catatan itu digunakan dalam Daftar Tabular dan ditafsirkan sebagai "tidak ditentukan." Kode NOS tidak spesifik dan harus digunakan hanya setelah koder mengklarifikasi dengan dokter bahwa diagnosis yang lebih spesifik tidak tersedia. koder juga harus mengacu pada rekam medis untuk melihat apakah itu berisi dokumentasi yang dapat lebih menentukan diagnosis.

Contoh :



Dokter membuat diagnosis sinusitis, memerintahkan serangkaian rontgen sinus, dan mencatat sinusitis pada formulir pengkodean. koder kemudian mereferensikan sinusitis dalam indeks abjad dan Tabular dan mencatat kode J32.9. Namun, pada saat pengkodean, sinar-X selesai dan mencatat adanya sinusitis frontal. 


Koder kemudian harus memilih kode J32.1, yang mengidentifikasi sinusitis frontal. Jika tidak ada dokumentasi atau temuan lebih lanjut—dalam hal ini, tidak dilakukan rontgen—untuk memperluas diagnosis asli sinusitis, maka kode J32.9 sudah benar. Entri di Tabular muncul sebagai berikut:

Singkatan NOS memberi isyarat kepada koder untuk mencoba mengklarifikasi diagnosis secara lebih spesifik sebelum menetapkan kode

D. Symbols

Point Dash: . –

Simbol tanda hubung titik (.-) memberi tahu pembuat kode bahwa kode tersebut berisi daftar opsi pada tingkat kota tertentu yang melewati kategori tiga karakter

Contoh :



Simbol – pada B50 dan B51 ini menunjukan kode tersebut harus diisi dengan karakter ke empat.

E. Kata hubung

1. And 

And dalam ICD bisa berarti “dan” serta “atau”

Contoh :


Kode A24 dapat diklasifikasikan sebagai gladers saja, melioidosis saja dan Glanders and melioidosis

2. With

With mempunyai arti dengan, sehinga jika menemukan kata with berarti kode tersebut hanya bisa digunkan jika kedua kondisi didapatkan secara bersamaan.

Contoh :


Kode A98.5 hanya bisa digunkan jika diagnosa haemorrhagic fever dengan diagnosa renal syndrom didapatkan secara bersamaan.


  • Share:

You Might Also Like

0 Comments