DOPAMINE INSTAN ITU MENGIKAT DAN MENCEKIK
Manusia
pada dasarnya dirancang untuk menikmati kenikmatan yang instan dan menghidrari
rasa sakit ini adalah insting alamiah yang sudah ada sejak dulu, dimulai dari
saat manusia masih menjadi pemburu, mencari makanan, pakaian, dan tempat
tinggal setiap hari. Namun dizaman sekarang sudah jauh berbeda kebutuhan dasar
bisa saja dikatakan sudah terpenuhi apapun yang kita mau bisa dengan mudah kita
penuhi, misalnya saat kita lapar, kita dapat dengan mudah memesannya melalui
handphone saja sehingga makanan bisa kita dapat meski hanya duduk dirumah,
kurir akan sampai dengan cepat setelah kita memesan, atau ketika kita ingin tau
sesuatu kita cukup mencarinya digoogle saja informasi yang kita inginkan akan
muncul dari berbagai sumber. Ini mengakibatkan manusia dizaman sekarang
diselimuti dengan dopamine. Dopamine yang terlalu berlebihan tentu tidak baik
untuk manusia sehingga kita harus tau bagaimana cara untuk mengimbanginya.
Dopamin
adalah neurotransmiter yang mengirim sinyal dari satu neuron ke neuron lainnya.
Dopamine lah yang membuat kita dapat merasakan kesenangan, motivasi, rasa percaya
diri, dan penghargaan. Dalam hal kecanduan dopamine umumnya digunakan dalam zat
atau pengalaman. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada tikus yang dikepalanya
dipasang sebuah alat yang bisa mengukur berapa dopamine yang dilepaskan sebagai
respon terhadap beberapa jenis zat.
Sebagai
mahluk hidup kita mempunyai jumlah dasar dopamine yang dilepaskan oleh otak,
namun saat tubuh menerima zat tertentu atau melakukan aktifitas tertentu maka
dopamine kita akan naik ataupun turun sebagai respon dari hal tersebut,
contohnya coklat meningkatkan dopamine 50%, hubungan intim sekitar 100%,
nikotin sebesar 150% atau contoh lainnya amfetamine obat stimulan sistem saraf pusat
yang biasa dikonsumsi oleh penderita ADHD yang meningkatkan dopamine sebanyak 1000%
namun setiap insan tentu memiliki respon yang berbeda.
Rasa
senang dan rasa sakit bekerja seperti sebuah neraca, neraca bisa kita asumsikan
sebagai sebuah jungkat jungkit misalnya sisi kanan sebagai rasa sakit dan sisi
kiri sebagai rasa senang. Saat tubuh menerima sesuatu yang menyenangkan seperti
coklat maka jungkat jungkit akan miring ke sisi kanan dan kebalikannya saat
tubuh menerima sesuatu yang menyakitkan maka jungkat jungkit akan miring
ke sisi kiri, dalam kondisi yang seimbang tentu hal tersebut wajar terjadi pada
otak. Namun saat keseimbanganya sering berubah tentu otak akan beradaptasi
efeknya kita tidak cukup dengan hanya satu coklat saja bisa saat harus dengan
dua, tiga atau bahkan lebih dari itu kondisi ini bisa kita sebut sebagai
kecanduan. Semakin lama kamu butuh dosis atau jumlah yang lebih banyak barulah
efek nya bisa dirasakan disinilah kita butuh berhenti atau merasa cukup.
Keluar
dari kondisi kecanduan memanglah tidak mudah jika saat ini kamu sedang berkendara
dengan kecepatan tinggi tentu kamu tidak bisa tiba tiba menginjak rem kendaraanmu
bisa saja tergelincir kehilangan arah menambrak benda bahkan manusia. Cobalah menurunkan
kecepatannya nyalakan lampu sen lalu injak rem secara perlahan, kamu bisa
melakukan ini pada tubuhmu sedikit demi sedikit cobalah berubah meski hanya 1%
setidaknya kamu sedang berproses, percayalah cahaya terang itu akan segera
terlihat.

0 Comments