CHF bukan hanya sebuah penyakit tunggal, melainkan suatu sindrom klinis yang ditandai oleh ketidakmampuan jantung untuk memompa darah secara adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan tubuh. CHF dipicu oleh berbagai faktor, di antaranya:
- Penyempitan arteri koroner yang menyebabkan iskemia dan infark miokard (kematian jaringan otot jantung).
- Hipertensi (tekanan darah tinggi) yang membebani kerja jantung.
- Penyakit katup jantung dan kardiomiopati (penebalan/pelebaran lapisan jantung).
Gagal jantung diKlasifikasi menjadi 2 yaitu:
- Gagal Jantung Kiri: Fokus pada kegagalan ventrikel kiri memompa ke seluruh tubuh, menyebabkan penumpukan cairan di paru-paru (edema paru), sesak napas (dispnea), ortopnea, dan paroxysmal nocturnal dyspnea (PND).
- Gagal Jantung Kanan: Fokus pada kegagalan ventrikel kanan memompa ke paru-paru, menyebabkan akumulasi cairan sistemik seperti edema pada tungkai, mata kaki, serta asites dan hepatomegali.
Diagnosis gagal Jantung :
- Identifikasi Gejala dan Tanda Klinis: Dokter pertama-tama harus mencari tanda khas seperti sesak napas (dyspnea), edema pada kaki, dan peningkatan tekanan vena jugular (JVP).
- Pemeriksaan Laboratorium (Natriuretic Peptide): Jika dicurigai gagal jantung, dilakukan pemeriksaan kadar NT-proBNP atau BNP. Diagnosis gagal jantung dapat disingkirkan jika nilai NT-proBNP di bawah 125 pg/ml atau BNP di bawah 35 pg/ml.
- Ekokardiografi (USG Jantung): Pemeriksaan ini krusial untuk menentukan jenis gagal jantung berdasarkan fraksi ejeksi (EF), yaitu HFrEF (EF <40%), HFmrEF (EF 41-49%), dan HFpEF (EF ≥50%).
Menurut KMK.Hk.01.07/Menkes/4801/2021 tentang PNPK gagal Jantung. Fraksi ejeksi ventrikel kiri normal adalah >50℅ sedangkan abnormalitas ekokardiografi yang sering dijumpai adalah pada nilai ejection fraction abnormal yaitu <40℅

0 Comments